Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Novel Remaja Romance: Pacarku Matre – Kisah Cinta Sekolah Penuh Drama
Kelas XI A tempat Sintya, berada di lantai 3, jadi ia bisa dengan leluasa memperhatikan lapangan basket dibawah yang sekarang sedang diguyur hujan.
“Kenapa, Sin?” Bisik Cindy yang sedari tadi memperhatikan sikap teman satu bangkunya itu. Sintya menengok dan memberikan senyum simpul sebagai jawaban jika dirinya baik-baik saja. Bel tanda akhir pelajaran berbunyi, semua murid bersorak bersiap-siap pulang.
Sintya yang sedari tadi melamun tidak mendengar jika bel telah berbunyi. Ia masih asyik memperhatikan setiap tetes hujan yang jatuh melalui kaca jendela.
“Sin, loe nggak pulang?” Tanya Cindy bingung. Sintya masih membisu. “Sintya!!” Ucapnya setengah teriak tepat di telinga Sintya sambil menepuk pundaknya.
Sintya terperanjat kaget. “Oh. Kenapa, Cin?”
“Loe nggak pulang? Bel sudah bunyi tahu!”
“Ooo? Ooo!” Sintya langsung memasukkan barang-barangnya di atas meja ke dalam tas punggung warna coklat miliknya.
Sintya dan Cindy keluar kelas bebarengan. Begitu sampai di lantai bawah, Cindy sudah dijemput sama orang tuanya. Tinggallah, Sintya bersama beberapa murid lainnya di teras menunggu hujan reda.
Sintya hari ini lupa membawa payung, ia juga enggan berbasah-basah sampai di parkiran tempat mobilnya berada.
Bosan menunggu, Sintya pun lantas bertekad menerobos derasnya hujan setelah sekitar 10 menit hujan tidak juga menampakkan tanda-tanda akan reda.
Sintya sudah bersiap melangkah dan menggunakan tasnya untuk melindungi kepala dari air hujan, ketika tiba-tiba sebuah payung berwarna merah menghalangi jalannya. Sintya menengok ke belakang mencari tahu orang yang sudah menghalangi jalannya.
Pipi Sintya berubah menjadi merah merona, ia tidak menyangka orang yang memayunginya adalah Tora. Tora merupakan kakak kelas Sintya yang juga pemain basket populer di sekolah. Tampilannya yang atletis dengan wajah tampan membuatnya digilai para cewek-cewek, tidak terkecuali Sintya.
Sebenarnya, Sintya sudah lama menaruh rasa pada Tora. Waktu itu selesai mengurus pendaftaran sekolah, ia berjalan-jalan sendiri keliling sekolah. Sintya melihat segerombolan laki-laki sedang bermain basket, ia pun berhenti sejenak untuk menonton.
Klik disini untuk cerita selengkapnya

Komentar
Posting Komentar