Hellen Keller seorang perempuan yang lahir di Tuscumbia, Amerika Serikat pada tanggal 27 Juni 1880. Sebenarnya ia terlahir normal seperti bayi pada umumny akan tetapi, ketika Hellen berumur 19 bulan (1 tahun 7 bulan) tiba-tiba sebuah penyakit menyerang yang menyebabkan ia harus kehilangan penghilatan dan pendengarannya.
Meskipun pada awalnya ia terpuruk namun ia berusaha untuk bangkit kembali di bantu dengan gurunya yang mengajarinya penuh kasih sayang dan perhatian yakni Anne Sullivan. Sejak saat itu perlahhan-lahan ia mampu mengatasi keterbatasan fisiknya dengan cara mengoptimalkan organ tubuhnya yang lain. Hellen belajar bagaimana cara "melihat" dan "mendengar" dengan bantuan tangan, hidung, dan lidahnya.
Berkat usaha dan dukungan dari lingkungan ia akhirnya mampu mengatasi kekurangannya dan berhasil mencapai prestasi luar biasa yang menguncang dunia. Di tahun 1990, ia menjadi mahasiswa buta-tuli pertama yang diterima di Radcliffe Collage. Pada akhir Maret 1903, buku otobiografinya yang berjudul Story of My Life lahir dari rahim sunyinya. Buku ini menjadi best seller di berbagai belahan dunia dan diterjemahkan lebih dari 50 bahasa termasuk Indonesia.
Lalu pada tanggal 28 Juni 1904 Hellen berhasil meraih gelar diploma, ini merupakan raihan yang membanggakan karena belum pernah ada seseorang seperti dia yang dapat meraihnya. Menjelang akhir tahun 1910, ia mulai belajar olah vokal untuk memperkuat urat vokalnya agar suaranya bisa didengar di ruang kuliah. Hasilnya, ia memberikan pidato pertamanya di depan publik di Montclair, New Jersey pada tanggal 13 februari 1913. Sejak saat itu, ia mulai pembicara publik selama puluhan tahun, hingga perjalanan hidupnya yang penuh inspirasi itu difilmkan pada tahun 1955 dan ditahun yang sama ia meraih Academy Award untuk The Unconquered, film biografinya.
Hellen Keller merupakan salah satu tokoh yang sangat menginspirasi diman kekurangan bukan suatu halangan ia mampu meraih apa yang di anggap manusia lain sebuah ketidakmungkinan diraihnya tetapi dengan semangat pantang menyerahnya ia mampu membuktikannya.
Dan, dari kisah hidup yang ditulisnya kita bisa belajar dari sisi yang berbeda. Selain, kisah hidup, Hellen juga mengisipkan quote yang mampu menggugah siapapun yang membacanya. Berikut kumpulan quote yang di tulis oleh Hellen Keller:
1. Aku Melihat dengan Tanganku
"Kenikmatan surgawi bisa diperoleh melalui sentuhan. Karena di dalam sentuhan terdapat cinta dan akal budi"
"Garis lurus punya makna beragam. Ia melambangkan kewajiban"
"Tanpa egotisme, luas pikiran bisa seluas semesta"
"Aku berusaha menjadikan penglihatan mata orang lain sebagai mentariku, musik yang di dengar telinga orang lain sebagai simfoniku, dan senyum di bibir orang lain sebagai kebahagiaanku"
Hellen Keller
2. Sentuhan Tangan Orang Lain
"Kau yang tidak terlatih untuk meraba tak akan mengenali sebuah tangan melalui sentuhan"
"Tangan bukan hanya mudah dibaca seperti wajah, tapi bahkan mengungkapkan rahasia secara lebih terbuka dan tanpa di sadari"
"Tangan orang-orang kaya; tangan mereka halus karena tak pernah bekerja keras. Tetapi, tangan mereka tidaklah cantik. Dibawah permukaannya yang halus dan lembut terungkap kekacauan dari karakter yang tak berkembang!"
"Orang biasanya menjaga ekspresi mukanya, tapi tidak tangannya"
"Kembalikan lagi perasaan batin yang indah dan sempurna pada tempatnya, niscaya Anda akan memberiku perasaan sukacita yang merupakan bukti terbaik dari kenyataan ini"
3. Dunia Dibentuk Tangan Manusia
"Dengan tangan kuraih dan Kugenggam segala yang dapat kutemukan pada tiga dunia: fisik, intelektual, dan spriritual"
"Tangan adalah simbol kekuasaan dan keagungan sebuah karya"
4. Rahasia Sebuah Sentuhan
"Aku berfikir maka aku ada"
"Kehidupan memberikan kepada mata kemampuan berharga untuk melihat"
"Indra-indra manusia saling membantu dan memperkuat'
"Ketika mereka memandang sesuatu, mereka menaruh tangannya di kantong. Karena itulah pengetahuan mereka sering samar-samar, tidak akurat, dan sia-sia"
"Sesungguhnya pengetahuan diperoleh melalui kabut emas fantasi"
"Kadang-kadang langkah kaki bisa menyingkap karakter dan perasaan batin orang yang melangkah"
"sentuhan memampukan seorang buta menemukan kepastian-kepastian yang indah yang terlewatkan oleh orang lain dengan indra peraba yang tak terlatih"
"Ketajaman penglihatan kita tidak bergantung pada kemampuan mata kita melihat, melainkan pada kemampuan kita merasakan. Keindahan tidak tercipta dari pengetahuan belaka"
5. Getaran-getaran Lembut yang Kurasakan
"Betapa hening dan sentosa segala yang terjadi pada alam,baik penghancuran, perbaikan, maupun perubahannya!"
"Manusia yang melihat ke dalam batin pada akhirnya akan menemukan luas dan makna semesta"

6. Indra Penciuman, The Fallen Angel
"Jangan memberi nilai buruk sebuah komposisi musik dengan hanya berdasarkan penilaian seseoang yang tak mampu membedakan nada-nada musik atau sebuah lukisan berdasarkan penilaian orang yang buta warna"
"Sensasi aroma telah mendatangkan sukacita, memberikan pengetahuan, dan memperluas wawasan kehidupanku. Nilainya tak akan berkurang hanya karena dikritik oleh orang yang terbiasa melangkah di jalan yang lebar dan terang, tetapi yang indra penciumannya tidak berkembang"
"Tanpa imajinasi alangkah menyedihkandunia ini! Tamanku hanya akan berupa sepetak tanah sunyi berisi kayu-kayu beragam bentuk dan bau"
7. Betapa Semunya Indra Manusia
"Kehilangan satu indra tidaklah berarti bahwa kemampuan mental kita menjadi tumpul. Juga tidak akan mendistorsi pengamatan kita terhadap dunia ini. Karena itu, menurutku, kebutaan dan ketulian tidaklah harus mengurangi kecerdasan kita (manusia)"
"Penciuman sedikit inferior daripada pendengaran dan sentuhan sangat superior dibandingkan penglihatan"
"Dunia yang dibangun oleh imajinasi dari pengalaman dan gagasan yang tak terhitung jumlahnya jauh lebih indah daripada yang dapat diindra"
8. Dunia dengan Lima Indra
"kegelapan yang tak bercahaya hanya ada pada malam milik orang bodoh yang tak memiliki kepedulian. Memang ada perbedaan antara orang buta dan orang yang bisa melihat. Namun, yang berbeda bukan pada indra kita, tetapi bagaimana kita memakainya. Yang berbeda adalah pada imajinasi dan keberanian yang kita gunakan untuk mencari pengetahuan yang melampaui indra kita"
"Jauh lebih baik berlayar selamanya di malam kebutaan, tetapi mempunyai perasaan dan pikiran daripada hanya berpuas diri dengan kemampuan untuk melihat semata"
"Menjadi buta adalah bencana besar yang tak adapat diperbaiki, tetapi itu bukan berarti kita juga kehilangan hal-hal yang berarti dalam hdup ini"
"Sebagian besar dari pengetahuan dunia adalah konstruksi imajinasi. Sejarah sendiri tak lain merupakan sebuah cara berimajinasi yang memampukan kita melihat kembali peradaban yang sudah tak ada lagi di muka bumo. Beberapa penemuan penting dalam ilmu pengetahuan modern berasal dari hasil imajinasi"
"Dunia yang paling indah harus disimak melalui imajinasi. Bila kau ingin merasakan dirimu yang sama sekali berbeda -- yang baik, agung, dan mulia -- pejamkanlah matamu; untuk sejenak dalam impian, kau bisa menjadi apa saja yang kau inginkan"

9. Penglihatan Batin
"Cinta dan Iman bersemi dan tumbuh dari proses spiritual yang hanya sedikit mengandalkan kemampuan indrawi"
"Banyak orang yang memiliki mata sempurna tetapi ternyata buta mata hatinya. Banyak orang yang memiliki pendengaran sempurna tetapi ternyata tuli perasaannya"
"Ketajaman penglihatan kita tidak bergantung pada kemampuan mata, tetapi pada kemampuan kita merasakan. Keindahan tidak tercipta dari pengetahuan belaka"
10. Analogi dalam Persepsi Indra
"Sebuah pemandangan tak akan sirna hanya karena kau memunggunginya"
"Kemampuan berpikir membuatku menyadari tentang cinta, kebahagiaan, dan semua emosi lainnya"
11. Sebelum Jiwaku Lahir Kembali
"Dari kenangan-kenangan seperti ini, aku menyimpulkan bahwa berkembangnya dua hal, "kebebasan berkehendak atau kebebasan memilih" dan "rasionalitas atau kemampuan berpikir" memungkinkan seseorang untuk tumbuh dari anak menjadi orang dewasa"
"Kesan pertama selalu merupakan teka-teki. Kesan kita tumbuh dan berubah tanpa kita perhatikan, sehingga apa yang kita pikirkan ketika kita anak-anak bisa saja berbeda dengan apa yang kita alami pada masa kecil itu"
12. Si Buta dan Tuli di Belantara Dunia
"Kebutaan tidak membatasi visi mentalku. Cakrawala intelektualku tak terbatas luasnya. Semesta yang dilingkupinya tak terukur"
"Orang yang kehilangan satu atau beberapa kemampuan indranya tak akan menjadi seperti orang yang kehilangan jejak di alam liar tanpa petunjuk dan panduan, seperti yang banyak diperkirakan orang"
"Segala hal memiliki Keajaiban, termasuk kegelapan dan kesunyian dan aku belajar bahwa bagaimanapun keadaanku pastiu ada kepuasan di dalamnya"

13. Dunia Mimpi
"Ketika tidur, kita memasuki alam misteri; ilmu pengetahuan belum mampu menjelajah jauh ke sana"
"Mimpi membawa bagi kami suatu pikiran yang terlepas dari siapa dan bagaimana kami, hingga jiwa akan mampu meluruskan sifatnya, menebarkan layar lebar dengan tali-temali yang lebih panjang dan meluncur dengan sukacita menuju keterbatasan"
14. Mimpi dan Kenyataan
"Sebuah mimpi bahagia lebih berharga daripada emas dan permata"
"Hanya cinta yang kuasa meruntuhkan dinding yang memisahkan kita dan kebahagiaan"
15. Mimpi di Alam Jaga
"Dalam mimpi kala terjaga ini aku bisa menganalisis kembali rangkaian pikiran yang tak berkesudahan itu"
"Sayap-sayap terlipat menutupi telinga, sayap-sayapku bersilang diatas mata, Namun melaui bayangan peraknya muncul, dan melalui lambaian hiaasannya tampil, Serupa bentuk, Serangkai Suara"
(Prometheus Unbound, Shelley)
Komentar
Posting Komentar