Di bulan suci Ramadhan seperti saat ini, Masjid Agung Demak menjadi salah satu destinasi yang cukup menarik. Selain bisa berwisata, kita juga bisa menambah ilmu pengetahuan kita terutama nilai keislaman dari sejarah jejak-jejak islam yang terbingkai lengkap dan jelas di dalam museum.

Masjid Agung Demak konon dibangun oleh Wali Songo (sembilan) pada tahun 1466 M. Pada awal pembuatannya masjid ini berfungsi sebagai sarana ibadah dalam komplek Pondok Pesantren Glagahwangi, dimana tempat Raden Fattah mondok.
Di tahun 1477 M, masjid direnovasi dan diperluas oleh Raden Fattah selaku Adipati Notoprojo. Setelah Raden Fattah menduduki tahta kesultanan, Masjid Agung Demak dipercantik di tahun 1479 M.
 |
| Replika Masjid Agung Demak |
Rancangan bangunan Masjid Agung Demak ini memjliki karismatik dan bernilai filosofis, sbb:
1. Bangunan bawah berdinding segi empat dengan empat buah sudut dengan empat buah soko guru sebagai tiang-tiang penyangga seluruh atap susun tiga.
Hal ini dapat ditafsirkan bahwa, para wali adalah penganut faham madzhab empat, salah satunya Madzhab Imam Syafi'i
2. Bangunan atas, berupa atap limas piramida tiga susun (gunungan/meru).
Dapat ditafsirkan, bahwa para wali menjalankan agama bersumber kepada Iman, Islam, dan Ihsan.
3. Bangunan puncak/Mustaka.
Ditafsirkan bahwa kekuasaan tertinggi diyakini hanyalah kehadirat Allah SWT.
Pada tahun 1983-1986 masjid ciptaan Wali Songo ini dipugar oleh Pemerintah RI yang bekerja sama dengan Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Di dalam situs Arkelogi Masjid Agung Demak, terdapat makan Raja Kesultanan Bintoro dan Para Wali sehingga masjid ini memiliki fungsi ganda, yakni: sebagai tempat ibadah dan tempat ziarah.
Di dalam museum, terdapat benda-benda sejarah dari Masjid Agung Demak yang tertata rapi dengan di batasi kaca untuk meminimalisir kerusakan. Di museum juga terdapat penjaga yang siap melayani anda jika anda ingin mendengar perjalanan islam di kota Demak lebih dalam. Jika anda berkunjung kesini tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena anda hanya perlu memasukkan uang seiklasnya ke dalam kotak amal yang terdapat di depan Museum.
Selain benda-benda tersebut, masih banyak koleksi benda bersejarah lainnya yang terdapat di dalam Museum. Misalnya, tiang soko Guru, pintu, batu-batu, kitab, dan lainnya yang bisa menambah ilmu pengetahuan dan keislaman anda.
Di samping gedung Museum atau tepatnya di sebelah timur laut serambi, terdapat Situs Kolam Wudlu bersejarah. Pada zaman dulu sebelum memasuki Masjid, Wali dan Jama'ah diwajibkan mengambil air wudlu di dalam kolam/blumbang seluas kurang lebih 75 m2 dengan kedalaman air 3 m.
Hingga sekarang Masjid Agung Demak tetap terpelihara dengan baik. Masjid Agung Demak menjadi salah satu destinasi wisata religi dan icon kota Demak. Bahkan, Profesor Doktor Ekmeledin Ihsanoglu teknokrat OKI, menilai jika Masjid Agung Demak merupakan satu diantara bangunan penting Islam di Asia Tenggara bahkan dunia Islam pada umumnya dan menjadi Living Monument.
.
.
All pic by Melika
Komentar
Posting Komentar