Bulgogi, Ramyeon, Bibimbap, Kimbab, dan Kimchi adalah beberapa nama masakan khas Korea yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia apalagi sekarang budaya Hallyu Wave sedang melanda dunia tidak terkecuali Indonesia.
Masakan tradisional Korea adalah salah satu masakan paling unik dalam kawasan asia. pada dasarnya, makanan tradisional Korea berdasarkan Makamah Royal Masakan Korea (Surasang) yang secara tradisional dikonsumsi di Istana 1392-1910 di Korea. Masakan Korea terdiri dari berbagai jenis, mulai dari jenis masakan rumahan, masakan pedagang kaki lima, makanan restoran, hingga masakan istana/surasang. Masyarakat Korea juga mempunyai teknik dan cara tersendiri dalam hal memasak. Mulai dari kuliner Istana sampai makanan daerah-daerah serta masakan modern yang memadukan perpaduan antara cita rasa lezat tradisional dan uniknya kombinasi Korea modern, menyatu dinikmatnya sebuah hidangan eksotik, serta cara penyimpanannya yang sangat berbeda.

Bahan dasar dalam masakan Korea biasanya terdiri dari beras, mie, tahu/tofu, sayuran, dan daging. Lauk-pauk dalam bahasa tradisional Korea disebut banchan, biasanya dimakan bersama nasi putih dan sup kaldu daging sapi atau daging ayam. Kimchi adalah bahan pelengkap dalam hidangan utama Korea yaitu semacam acar dari sayuran sawi putih, lobak, kobis, atau mentimun. bahan untuk bumbu biasanya yang menjadi ciri khas dari masakan Korea antara lain: minyak wijen, biji wijen sangrai, kecap manis, kecap ikan, bawang putih, jahe, gochujang (pasta/saus cabai), doenjang (cabai bubuk), merica halus, dan garam.
Masakan Korea dikenal sebagai makanan sehat karena masakan Korea menekankan pada keseimbangan gizi seperti disebutkan dalam urutan piramida makanan, bahkan kimchi makanan khas Korea ditetapkan dalam 5 makanan tersehat versi majalah 'Health Megazine'.

Masakan Korea dibuat berdasarkan musim yang sedang berlangsung. jadi ada beberapa jenis masakan yang yang dihidangkan pada musim dingin dan musim panas. Ketika musim dingin biasanya makanan yang dihidangkan adalah kimchi dan berbagai jenis sayuran yang diasinkan di dalam guci besar dari tanah liat, kemudian sebagian dari dinding guci ditanam dibawah tanah ini berfungsi untuk menjaga suhu dan rasanya. Sedangkan selama musim panas, masakan yang dihidangkan biasanya berupa daging dan sup yang banyak memberikan energi untuk menggantikan kalori yang terbakar seperti Gochujang Chigae.
Makanan tradisional dari istana, yang dahulu hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan Dinasti joseon,
memerlukan waktu berjam-jam untuk pembuatannya. Makanan istana harus
memiliki harmonisasi yang memperlihatkan kontras dari karakter panas dan
dingin, pedas dan tawar, keras dan lembut, padat dan cair, serta
keseimbangan warna. Sekarang hidangan istana tidak hanya dinikmati oleh kaum kerajaan saja akan tetapi masyarakat umum dapat menikmatinya, restoran yang menyediakan makanan istana terdapat banyak di
kota Seoul. Harga yang ditawarkan makanan istana seperti ini beberapa di antaranya dapat mencapai harga
₩240.000
(sekitar AS$265) per orang termasuk minuman juga layanan oleh pelayan
eksklusif.
sudah bagus, tapi tambah terus postingannya
BalasHapus