
Kim Man Deok lahir tahun 1739 di Pulau Jeju pada zaman pemerintahan Dinasti Joseon. Dia berasal dari keluarga yang berstatus terhormat, namun setelah ayahnya meninggal karena musibah laut saat usianya 12 tahun, hidupnya mulai berubah dia diasuh oleh seorang gisaeng (penghibur yang berstatus budak) dan ketika usianya menginjak remaja dia menjadi seorang penghibur di Pulau Jeju. Setelah dewasa dia memohon kepada Gubernur Jeju yang saat itu dipimpin oleh Sin Guang-Ik untuk melepaskan status gisaeng yang disandangnya mengigat ia berasal dari keluarga yang terhormat.
Kim Man Deok kemudian beralih menjadi seorang pedagang karena perekonimiannya semakin memburuk setelah suaminya meninggal akibat sakit. pekerjaan menjadi seorang pedagang adalah hal yang tidak mudah dilakukan pada saat itu, karena adanya diskriminasi jender pada masa Dinasti Joseon yang wanita dianggap tidak mampu menunjukkan kemampuannya. Kim Man Deok berdagang garam, beras, dan bahan makanan yang didistribusikan dari Semenanjung Korea. Pada saat itu garam dan beras serta bahan makanan lainnya tidak diproduksi di Pulau Jeju, jadi dia menyeberangi lautan untuk menjual hasil dari Pulau Jeju dan menjualnya didaratan utama, kemudian hasil keuntungannya ia belikan bahan makanan yang tidak ada di Pulau Jeju dan menjualnya disana. Usaha dagangnya melaju pesat hingga ia dapat membeli perahu dan bisnisnya merambah produk-produk lain. Ia menjual berbagai aksesori, baju dan kosmetik
kepada para wanita bangsawan di Jeju. Ia juga menjual produk dari Jeju seperti jeruk dan tanduk rusa ke daratan semenanjung.

Tahun 1792, 170 ribu warga Jeju meninggal dunia akibat kelaparan karena kerugian hasil panen dan hantaman badai topan yang melanda Pulau Jeju. kemudian Kim Man deok menjual semua aset hartanya yang ia miliki untuk membeli 450 karung beras. kabar ini didengar oleh raja Jeongjo, sang rajapun berjanji akan mengabulkan satu permintaannya. Kim Man Deok mempunyai keinginan bahwa dia ingin melihat istana raja di Hanyang (sekarang kota Seoul) dan Gunung Geumgang. Keinginan yang diminta oleh Kim Man Deok terasa mengejutkan karena mengingat pada masa itu masyarakat Jeju tidak boleh diperbolehkan keluar dari Jeju, namun sang raja tetap mengabulkan permintaan Kim meskipun itu melanggar Undang-Undang pada masa itu.
Pada tahun 1812 Kim Man Deok meninggal dunia ketika usianya menginjak 74 tahun. Perjalanan hidup seorang Kim Man Deok pun akhirnya dijadikan sebuah buku "Kisah Man Deok" atau puisi,
dan muncul satu pribahasa di pulau Jeju, yaitu 'setelah memperoleh uang dengan
melakukan apa saja, menghabiskan uang seperti Mandeok'.
Setiap tahunnya di Pulau Jeju diadakan festival untuk mengingat jasa seorang Kim Man Deok, sebagai seorang wanita yang mampu hidup mandiri sebagai pebisnis ditengah diskriminasi jender yang melanda pada masa itu. Kisah Kim Man Deok juga di adatasi kedalam sebuah drama seri yang berjudul Kim Man Deok, yang mengisahkan perjalanan hidup seorang Kim mulai dari kecil hingga menjadi seorang pengusaha sukses. diperankan oleh Lee Mi Yeon sebagai Kim Man Deok.
Dia pun juga menjadi kandidat utama tokoh yang akan ditampilkan dalam rencana pembuatan mata uang kertas ₩ 50.000 pada tahun 2007.

Komentar
Posting Komentar