Langsung ke konten utama

Unggulan

Xi Xiu Acne Face Serum: Solusi Perawatan Kulit Berjerawat yang Menenangkan dan Melembapkan

Jerawat sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu rasa percaya diri. Mulai dari minyak berlebih, pori-pori tersumbat, hingga bekas jerawat yang sulit memudar, semuanya membutuhkan perawatan yang tepat. Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah menggunakan serum dengan kandungan aktif yang bekerja secara efektif sekaligus tetap lembut di kulit. Xi Xiu Acne Face Serum hadir sebagai pilihan perawatan harian yang diformulasikan untuk membantu merawat kulit berjerawat, menenangkan iritasi, serta menjaga kelembapan kulit agar tetap sehat. Kandungan Utama Xi Xiu Acne Face Serum 1. Niacinamide Niacinamide dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang populer dalam dunia skincare. Kandungan ini membantu mengurangi tampilan bekas jerawat, meratakan warna kulit, mengontrol produksi minyak berlebih, dan memperkuat skin barrier. 2. Zinc Sulfate Zinc Sulfate membantu mengurangi minyak berlebih yang menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat. Selain itu, kandungan ini jug...

[CerBung] "LATE" (First Part)



by Melika

Di tengah ladang bunga penuh warna nan indah berdirilah seorang wanita dan laki-laki yang saling berhadapan dan saling pandang satu sama lain tanpa mengucapkan sepatah katapun seakan-akan mereka sudah tahu isi hati masing-masing bahwa mereka memang saling mencintai. Laki-laki dengan perawakan tinggi 180 cm, tampan, berlesung pipi di kedua pipinya, berambut hitam dan memakai sweater warna abu-abu itu dengan sedikit menundukkan kepala sambil tersenyum manis menatap kearah wanita yang ada dihadapannya dengan tatapan penuh cinta. Dan, dari belakang wanita berbalut dress selutut warna ungu, berambut panjang hitam yang tingginya kurang lebih sebahu lelaki yang ada dihadapannya itu juga mengadahkan kepala melihat kearah mata laki-laki itu. Di sana tidak ada siapapun kecuali bunga-bunga yang seolah-olah menjadi saksi akan ketulusan cinta mereka berdua. Suasana yang sunyi, sepi ditambah dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi seakan-akan  melengkapi keromantisan mereka berdua. Namun, keromantisan itu tiba-tiba berubah menjadi bencana setelah angin sepoi-sepoi berubah menjadi angin kencang dan hujan yang  mulai turun membasahi tubuh mereka berdua.
“bangun.. bangun.. kamu tidak berangkat ke kampus..?? katanya hari ini kamu ada bimbingan dosen...” kata ibu David membangunkannya sambil menetesi muka David dengan air.
“ya.. ya.. aku bangun...” ucap David sambil menggerakkan badan “ternyata cuma mimpi..” kata David ditengah-tengah usahanya membuka mata. David cepat-cepat ke kamar mandi setelah melihat jam dinding dan menyadari bahwa tidak ada waktu lagi bagi dirinya untuk memikirkan mimpi yang terlalu indah itu karena sebentar lagi waktu janji ketemu dia dengan dosennya akan segera tiba. Seperti layaknya petir yang menyambar, kurang dari 30 menit David sudah sampai di kampus untuk menemui dosen. Setelah dilihat dan diteliti oleh dosen akhirnya skripsi David dinyatakan lulus dan siap untuk disidangkan. Begitu selesai bimbingan, David langsung ke kantin untuk makan pagi yang belum sempat ia lakukan di rumah. Setelah selesai makan, sambil melamun ia tiba-tiba teringat akan mimpinya tadi malam dan bertanya-tanya siapa wanita yang ada dihadapannya itu. Ditengah keayikannya melamun, sahabatnya datang dan membuyarkan lamunannya.
“gimana tadi bimbingannya lulus..??” tanya temannya
“Oooo..??” jawab David yang pikirannya masih belum kembali 100% kedunia nyata
            “loe kenapa sich..?? lulus gak skripsi loe..??”
“lulus.. tinggal nunggu sidang..” jawabnya singkat
“loe sakit..??” tanya temannya yang melihat tingkah aneh dari David
“eenggaak...” bantahnya
“terus kenapa bengong...??”
“tadi malem gue mimpi, bro..”
“mimpi apa loe sampe jadi gini..??”
“gue mimpi cewek..”
“cewek...?? jangan-jangan loe mimpi yang... wah loe bahaya..”
“heh.. enak aja.. bukan itu..!!” bantah  David
“bukan..?? terus tentang apa.... gak biasa-biasanya loe mimpi..” ucap temannya dan David langsung menjelaskan tentang mimpinya tadi malem secara rinci “terus siapa cewek itu..??” tanya teman David begitu ia selesai bercerita
“gue sendiri juga gak tau, bro.. dalam mimpi gue tuch cewek gak kelihatan wajahnya..”
“yach.. nasib loe, bro... dah gak usah dipikirin lagi siapa tahu nanti malem loe mimpi ketemu sama tuch cewek lagi.. temenin gua ke perpus yuk..!!” ajak temannya yang diiyakan oleh David... mereka berdua lalu jalan meninggalkan kantin dan menuju ke perpus.
Hari ini waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, setelah menempuh 4 tahun kuliah inilah saatnya waktu penentukan apakah dirinya lulus atau harus mengulang satu semester lagi dan menghadapi kenyataan jika usahanya selama ini sia-sia. Setelah hampir 1 jam presentasi dihadapan para penguji disertai sesi tanya jawab, kali ini  jantung David berdetak 10 kali lebih cepat dibanding ketika presentasi karena inilah waktu dimana para juri memberikan penilaian dari isi skripsi dan presentasi yang sudah David sampaikan. Setelah berdiskusi dengan para penguji, akhirnya skripsi yang dipresentasikannya dinyatakan lulus. Ketika mendengar hasil akhir beban dipundaknya menghilang dan berubah menjadi seutas senyum menawan sambil tak lupa mengucapkan “terima kasih” begitu akan meninggalkan ruang sidang. Ia dan kawan-kawan satu angkatan yang dinyatakan lulus tinggal menunggu waktu untuk diwisuda yang akan dilaksanakan 2 minggu kemudian.
Di pagi hari yang bahkan matahari belum menampakkan kebesarannya, David sudah bangun dan bersiap-siap untuk menghadiri upacara kelulusannya. David dan kedua orang tuanya mengenakan pakaian terbaiknya untuk menghadiri hari bersejarah bagi keluarga mereka. Sesampainya di gedung tempat mereka di wisuda, David asyik bercanda dengan teman-temannya, sedangkan orang tuanya duduk di tempat khusus orang tua. 2 jam kemudian akhirnya acara wisuda selesai di gelar. Keesokan harinya David mulai disibukkan dengan kegiatan mencari pekerjaan.
Satu bulan setelah David melamar pekerjaan dimana-mana, akhirnya dirinya mendapatkan panggilan interview di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang IT. Pagi ini David sudah mandi dan mengenakan pakaian formal guna menghadapi interview pertamanya. David sudah tiba di perusahaan “Q Company” 30 menit sebelum waktu yang ditentukan oleh perusahaan. Ternyata selain dirinya terdapat 9 peserta lain yang akan mengikuti test hari ini. Karena merasa bosan, akhirnya David memberanikan diri untuk mengajak ngobrol teman sebelahnya yang kebetulan seorang perempuan.
“ngalamar jadi apa, mbak..??”
“jadi apa aja kalau saya mah yang penting diterima dulu.. bosen nganggur..” jawab perempuan itu
“baru lulus..??”
“enggak sich sebenarnya lulusan tahun kemarin tapi baru saja resign dari perusahaan lama...” terangnya sambil tersenyum manis ke arah David... Melihat senyuman itu entah kenapa hati David berdegup kencang tetapi juga membuatnya nyaman... percakapan diantara dua sejoli yang baru saja bertemu terus saja berlanjut dan semakin akrab seakan-akan mereka teman lama yang sudah lama tidak bertemu... karena keasyikan mengobrol membuat rasa gugup yang sedari tadi menyelimuti diri David hilang dengan sendirinya dan tanpa disadari waktu test seleksi akan dimulai. 
Seorang wanita berambut pendek warna hitam tergerai dengan setelan jas blezer rapi keluar ruangannya dengan membawa setumpuk buku dan kertas yang digunakan untuk test, para pelamar kemudian masuk ke ruangan yang akan digunakan untuk test dan tidak lupa meminta para peserta untuk masuk. Semua peserta masuk ke ruangan sesuai dengan arahan yang diminta. Serangkaian test mereka lewati satu persatu baik test tertulis maupun test wawancara. Kurang lebih 2 jam test selesai dan para peserta diminta untuk menunggu lolos atau tidaknya dalam waktu 1 minggu. Keluar ruang test mereka tetap jalan berdua berdampingan seakan ada alasan yang membuat mereka terus berdekatan, akan tetapi kedekatan mereka harus berakhir. Mereka berdua berpisah tanpa menanyakan nama masing-masing.

*Bersambung...

Komentar

Postingan Populer