Langsung ke konten utama

Unggulan

Xi Xiu Acne Face Serum: Solusi Perawatan Kulit Berjerawat yang Menenangkan dan Melembapkan

Jerawat sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu rasa percaya diri. Mulai dari minyak berlebih, pori-pori tersumbat, hingga bekas jerawat yang sulit memudar, semuanya membutuhkan perawatan yang tepat. Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah menggunakan serum dengan kandungan aktif yang bekerja secara efektif sekaligus tetap lembut di kulit. Xi Xiu Acne Face Serum hadir sebagai pilihan perawatan harian yang diformulasikan untuk membantu merawat kulit berjerawat, menenangkan iritasi, serta menjaga kelembapan kulit agar tetap sehat. Kandungan Utama Xi Xiu Acne Face Serum 1. Niacinamide Niacinamide dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang populer dalam dunia skincare. Kandungan ini membantu mengurangi tampilan bekas jerawat, meratakan warna kulit, mengontrol produksi minyak berlebih, dan memperkuat skin barrier. 2. Zinc Sulfate Zinc Sulfate membantu mengurangi minyak berlebih yang menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat. Selain itu, kandungan ini jug...

[Cerbung] "LATE" (Part 3)


By Melika

Setelah pertemuan yang kedua kalinya waktu itu.. hubungan keduanya semakin dekat dan setiap malam mereka sering saling sapa lewat telfon entah itu David atau Melati yang akan menelfon terlebih dahulu. Mereka berdua menceritakan hal-hal yang terjadi pada hari itu dan kalau saja tidak ada yang special biasanya mereka mulai bercerita tentang hal-hal menarik yang terjadi di masa lampau. Di akhir pekan ketika libur mereka terkadang jalan berdua. Sampai pada suatu hari ketika pulang kerja, Melati tidak mengarahkan mobilnya kembali ke rumah melainkan dia mengemudikan mobilnya ke tempat kerja David. Sesampainya di parkiran mobil dia tidak langsung menelfon David dan memberitahu jika dirinya ada di parkiran tetapi dia justru menunggu kedatangannya di dalam mobil. Melati terus saja melihat kearah pintu kantor David agar dirinya tidak melewatkan David waktu keluar. 15 menit... 30 menit.. sampai satu jam.. Melati menunggu dan akhirnya orang yang ditunggu-tunggu  muncul juga dari arah pintu. Begitu melihat David keluar ia langsung keluar dari mobil dan melambaikan tangannya untuk memberitahu jika dirinya ada di sana sedang menunggunya. Sadar akan kedatangan Melati, David langsung berlari kearahnya dengan perasaan senang sekaligus heran melihatnya karena ini adalah pertama kalinya Melati datang ke kantornya untuk mengunjungi dirinya.
“Melati..?? ada apa..??” tanyanya penuh dengan muka keingintahuan
“ehmmm... kamu pasti lapar khan.. gimana kalau kita ngobrol sambil makan.. aku traktir..” ucapnya sambil lalu dan Davidpun mengikuti dari belakang kemana Melati pergi.. Setelah berjalan beberapa saat Melati akhirnya masuk di sebuah restoran yang tak jauh dari tempat kerja David.
“baiklah.. sekarang katakan.. ada apa..?? kamu pasti ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan khan sama aku.. sampai kamu jauh-jauh datang kemari..” kata David begitu mereka selesai memesan makanan
“ehmm... bagaimana aku cara ngomongnya ya..” kata Melati gugup dan bingung
“kenapa..?? apa ada masalah serius... bicaralah.. jangan buat aku penasaran begini..”
“ok..” ucap Melati sambil mengatur nafas dan duduknya agar terlihat lebih nyaman “Vid, apa kamu sudah punya pacar..??” sambung Melati memulai percakapan seriusnya
“apa..?? pacar..?? kenapa..??” tanya David yang kebingungan dengan pertanyaan Melati dan mulai menerka-nerka kemana arah percakapan mereka selanjutnya “kenapa Melati bertanya seperti itu sama aku...?? atau jangan-jangan dia... ahh.. gak mungkin.. masa iya.. jadi dia juga..” batin David sambil senyum-senyum sendiri memikirkannya
“Vid..??” kata Melati membangunkan lamunan David “bisakah kamu hanya jawab sudah atau belum..???”
“belum..” jawab David yang akhirnya memilih untuk jujur dengan pertanyaan yang diajukan oleh Melati
“achhhh.. syukurlah..”
“kenapa..?? kenapa bersyukur... kamu pasti mau meledekku khan kalau aku belum punya pacar..” terka David
“enggak.. siapa yang ngeledek.. bawaannya negatif thinking melulu kamu...” jawab Melati.. Percakapan mereka untuk sesaat terhenti karena kedatangan pramuniaga yang membawa makanan yang mereka pesan.. “ehmm.. Vid, kalau begitu maukah kamu jadi pacarku..” sambung Melati sambil suara yang sedikit pelan dan tubuh yang dicondongkan kearah David
“apa..??” teriak David yang tidak percaya dengan ucapan Melati
“Ya..!! aku bicara pelan-pelan supaya tidak ada yang mendengar.. kenapa kamu malah teriak-teriak... ini bukan beneran tapi palsu..”
“apa..?? palsu..??”
“ehmm.. palsu.. kenapa..?? apa kamu pikir itu ucapan yang serius..??”
“enggak.. aku gak berpikir apa-apa..” kata David berbohong karena pada kenyataannya dirinya sangat kecewa dengan pernyataan Melati mengenai “pacar palsu”. Sebenarnya David  sempat merasa senang ketika Melati mengucapkan kata-kata seperti itu jadi itu berarti dia memiliki perasaan yang sama seperti dirinya tetapi sepertinya David sudah mengharapkan yang lebih dari seorang Melati. “apa maksudmu dengan pacar palsu..??”
“ini sebenarnya aku mau minta tolong sama kamu..!! kamu mau khan jadi pacar palsuku hanya untuk satu hari saja.. kumohon..!!” pinta Melati
“jangankan satu hari selamanya saja aku rela menjadi pacar palsumu asalkan kamu selalu disisiku karena AKU MENCINTAIMU..” batin David
“lagi-lagi ngalamun.. apa yang sedang kamu pikirin sich.. kamu mau gak..??”
“kenapa..?? kenapa kamu memintaku menjadi pacar palsumu..??”
“alasannya akan aku beri tahu nanti.. kamu mau atau enggak..??” kata Melati lagi dengan wajah memohon
“ehmmm.. baiklah..” jawab David lesu
“Ok.. kalau begitu besuk minggu jam 10 siang kita ketemuan di tempat biasa.. dan kamu harus berpakaian seperti hari ini formal.. ok..??” tanya Melati bahagia
“Ok..” jawab David yang tidak bisa menolak apapun yang diucapkan oleh wanita yang ada dihadapannya.. Setelah puas dengan jawaban dari David, ia langsung mengambil sendok memulai makan makanan yang sudah mulai dingin itu lalu diikuti oleh David. Ditengah-tengah menyantap makanan Melati mulai bercerita mengenai kesehariannya dengan gembira seperti yang biasa mereka bicarakan ketika di telfon. Akan tetapi, respon David hari ini tidak seperti biasanya yang ikut senang, dia justru menunjukkan muka datar dengan respon yang ala kadarnya, namun kelihatannya Melati tidak menyadari perubahan sikap yang ditunjukkan oleh David dan dia terus saja bercerita hingga selesai makan. Begitu selesai, David mengantarkan Melati sampai di mobilnya dan menunggu sampai mobil yang dikendarai Melati hilang dari pandangan sebelum menuju ke mobilnya untuk kembali ke rumah. 
*Bersambung...

Komentar

Postingan Populer