Langsung ke konten utama

Unggulan

Xi Xiu Acne Face Serum: Solusi Perawatan Kulit Berjerawat yang Menenangkan dan Melembapkan

Jerawat sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu rasa percaya diri. Mulai dari minyak berlebih, pori-pori tersumbat, hingga bekas jerawat yang sulit memudar, semuanya membutuhkan perawatan yang tepat. Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah menggunakan serum dengan kandungan aktif yang bekerja secara efektif sekaligus tetap lembut di kulit. Xi Xiu Acne Face Serum hadir sebagai pilihan perawatan harian yang diformulasikan untuk membantu merawat kulit berjerawat, menenangkan iritasi, serta menjaga kelembapan kulit agar tetap sehat. Kandungan Utama Xi Xiu Acne Face Serum 1. Niacinamide Niacinamide dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang populer dalam dunia skincare. Kandungan ini membantu mengurangi tampilan bekas jerawat, meratakan warna kulit, mengontrol produksi minyak berlebih, dan memperkuat skin barrier. 2. Zinc Sulfate Zinc Sulfate membantu mengurangi minyak berlebih yang menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat. Selain itu, kandungan ini jug...

[CerBung] "LATE" (Part 2)



by Melika

Hari demi hari dilalui David sambil terus berdoa agar dirinya dapat diterima bekerja di perusahaan “Q Company” karena itu adalah impiannya dari dulu. Namun, 6 hari sejak test dilangsungkan David belum juga menerima kabar. Hampir saja dia menyerah akan harapannya bisa bekerja di perusahaan impiannya namun ternyata dewi fortuna masih berpihak padanya tepat 1 minggu setelah test David menerima SMS jika dirinya diterima di “Q Company” dan pada hari Senin dirinya sudah dapat bekerja di sana. David melihat berulangkali isi SMS untuk memastikan bahwa dirinya benar diterima bekerja di sana, dia pun menampar pipinya berulang kali untuk meyakinkan bahwa ini bukan mimpi dan ternyata semua itu bukan mimpi. Di tengah kebahagiannya tiba-tiba pikiran David teringat pada wanita yang mengobrol dengannya waktu itu, dia berharap jika wanita itu juga diterima sama seperti dirinya.
Hari Senin yang ditunggu akhirnya tiba juga dan David sangat antusias untuk menyambut hari pertamanya masuk kerja. Sesampainya di tempat kerja, dia bersama dua orang lainnya yang diterima mengikuti pelatihan awal sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Dia pun senang karena impiannya begitu cepat terealisasi, akan tetapi, dia juga sedikit kecewa karena keinginan lainnya agar wanita yang bersamanya juga diterima tidak terealisasi. Di dalam hatinya dia berharap suatu saat nanti dia bisa bertemu dengan wanita itu lagi dan bertanya “siapa namanya?”.
Tak terasa hampir 10 bulan David bekerja sebagai IT staff di perusahaan “Q Company” dan hari ini ia dipercaya untuk mewakili perusahaan menghadiri seminar  karena di undangan tertulis yang menghadiri seminar diharuskan karyawan baru dan berbakat. Ia mempersiapkan diri sematang mungkin supaya nanti dia bisa menyampaikan apa isi seminar pada waktu presentasi perusahaan jika diminta. Sebelum masuk ke dalam ruangan seminar, dia mengenali sosok yang selalu saja muncul dalam pikirannya. David langsung menghampirinya untuk memastikan dugaannya benar atau salah.
“permisi..” sapanya dengan pelan dan sopan
“ya..” jawabnya sambil menoleh kearah sumber suara dan betapa terkejutnya ketika melihat seseorang yang baru saja memanggilnya. “Ooooo...” sambungnya
“hai.. kita bertemu lagi.. David...” ucapnya sambil mengulurkan tangan tanda ingin memperkenalkan diri
“Melati..” balasnya “anda mewakili perusahaan mana..??”
“Q Company.. anda..??”
“Q Company..?? jadi anda ketrima..?? wahh.. selamat ya..”
“terima kasih..”
“saya mewakili perusahaan E Company..”
“gimana kalau kita gak usah pakai bahasa yang terlalu sopan... lagipula kita khan satu angkatan..”  
“ok..” ucap Melati mengiyakan permintaan David.
Ditengah keasyikan mereka mengobrol.. tiba-tiba Pembawa acara menyuarakan microphone tanda akan dimulainya acara. Mereka berdua lalu kembali ke tempat duduk yang sudah ditentukan berdasarkan perusahaan masing-masing. Waktu istirahat tiba, David dan Melati mengambil beberapa makanan dan duduk bersebelahan. Sambil terus berbicara keduanya semakin dekat satu sama lain, mereka pun tidak lupa meminta no HP. Seminar hari ini selesai pukul lima sore dan sebelum pulang, David dengan sopan mengantarkan Melati sampai di mobilnya.
“seperti dejavu..” ucap David pelan menginat peristiwa beberapa waktu yang lalu
“apa..??” tanya Melati yang tidak begitu mendengar ucapan David
“aaa... bukan apa-apa.. hanya saja ini seperti dejavu... kamu ingat khan pas kita pertama kali ketemu.. waktu itu aku juga mengantarkanmu sampai mobil.. persis seperti hari ini..”
“aaaahhh... iya.. iya..  aku ingat.. dan gak nyangka kita dipertemukan lagi hari ini..”
“mungkin ini yang dinamakan TAKDIR..???” kata David memulai perkataan manis khas pria yang ingin merayu seorang wanita
“ck..” balas Melati sambil tersenyum manis karena tahu kemana arah pembicaraannya “baiklah aku tahu... aku pulang dulu... bye..” lanjutnya yang langsung masuk ke dalam mobil dan pergi sambil melambaikan tangan dan dibalas oleh David sambil tidak lupa memberikan senyum terbaiknya. Malam harinya di pikiran David dipenuhi dengan wajah Melati, dia pun mengambil HP dan mulai mencari no HP yang tadi siang sudah ia simpan. Dia langsung memencet call pada layar HP nya dan tak berselang lama terdengar suara dari seberang ponselnya.
“Hallo..?” kata Melati begitu mengangkat telfon dari David
“Hai.. ini aku David..”
“iya.. ada apa, Vid..??”
“enggak ada apa-apa.. kamu sibuk..??”
“enggak terlalu.. hanya membuat laporan tentang seminar tadi yang harus aku presentasikan di rapat besuk..”
“ehmm... kalo gitu kamu sibuk.. sorry kalau gitu aku ganggu ya..”
“enggak.. enggak gangu kog..” bantah Melati yang sebenarnya dirinya juga seneng di telfon sama David dan tidak rela telfonnya di putus begitu saja.
“kamu gak diminta membuat presentasi ya..??” tanya Melati untuk membuat bahan obrolan
“enggak.. ehmm.. sebenernya gak tahu juga karena kemarin aku hanya diminta untuk datang...” balasnya sambil memperlihatkan senyum terbaiknya meskipun sebenarnya Melati tidak melihat senyuman itu. Tidak terasa obrolan mereka sudah hampir lewat jam tengah malam, mereka pun saling mengucapkan 'selamat malam' sebelum menutup telfonnya masing dan beranjak untuk tidur.

*Bersambung...


Komentar

Postingan Populer