By Melika
Pada hari
Minggunya jam masih menunjukkan pukul
setengah 10 pagi akan tetapi David sudah bersiap-siap untuk keluar rumah karena
taksi yang ia pesan sudah tiba di depan rumah. 15 menit kemudian David sampai
di tempat janjian. Sesampainya di sana ternyata Melati belum sampai, karena masih
ada waktu sekitar 15 menit ia lalu memutuskan untuk pergi ke Cafee yang letaknya tidak jauh dari
situ. Setelah memesan satu gelas Hot
Cocho ia langsung menghubungi Melati dan memberitakan jika dirinya ada di Cafee. Sambil menikmati coklat panas pesanannya
ia lalu berfikir kembali alasan dibalik permintaan Melati kepadanya hari ini.
“apa sebenarnya yang mendasari ia melakukan ini semua..?? apa jangan-jangan aku
mau di bawa ke orang tuanya dan diperkenalkan sebagai calonnya karena Melati
mau dijodohkan sama orang lain dan ia menolak..?? atau ia bosan disuruh sama
orang tuanya agar segera menikah dan memperkenalkan calonnya..??? atau ada hal
lain..” pertanyaan demi pertanyaan terus saja bergelayut di dalam pikiran
David. Saking sibuknya dengan pikirannya sendiri ia sampai tidak menyadari jika
Melati sudah ada dihadapannya.
“Ooo...” kata David terkejut
melihat Melati yang sudah ada dihadapannya “kapan kamu datang..??” tanyanya
“dia dengar gak ya apa yang aku ucapkan tadi.. tapi tadi aku ngomong dalam hati
kog..” batin David
“dari tadi..” balasnya sambil duduk
dikursi yang ada dihadapan David “kamu ngalamunin apa sich sampai-sampai kamu
gak sadar aku datang..”
“aku gak ngalamunin apa-apa kog..
aku hanya menikmati coklat ini aja..” sanggahnya “kamu mau pesan minum
dulu..??” tanya David mengalihkan pembicaraan
“enggak.. kita langsung pergi
saja.. tapi woooowww hari ini penampilanmu keren banget..” puji Melati.. David
pun hanya tersenyum mendengarnya
“makasih.. kamu juga cantik hari
ini..”
“benarkah...?? aku hari ini dandan
1 jam nich supaya gak malu-maluin dan agar pas jika berada di sampingmu.. gak
anehkan..??”
“enggak.. cantik banget malah..”
sanggah David yang terus saja memuji penampilan Melati
“makasih.. ayo..!!” ajak Melati
Mereka berdua lalu keluar dari
Cafee dan menuju ke mobil Melati, tetapi David yang mengendari mobilnya dan
Melati duduk di sampingnya sambil memberikan arahan kepada David. Dengan arahan
navigasi dari Melati, mereka berhenti disebuah gedung. Tanpa pikir panjang Melati turun dari mobil dengan membawa
sesuatu di tangan kanannya sedangkan David melihat-melihat “tempat apa ini”
sebelum turun. Tanpa bicara panjang lebar Melati melingkarkan tanganya ke
lengan David dan mereka berdua jalan bersama masuk ke gedung tersebut. Begitu
masuk, David lantas langsung tahu jika itu adalah sebuah pesta pernikahan dari dekorasi yang terpasang di dalam ruangan tetapi dia masih belum tahu pernikahan siapa sebenarnya hingga dia rela meminta
tolong kepadanya untuk menjadi pacar palsunya. Setelah mengisi buku tamu dan
memberikan kado yang sudah ia bungkus rapi kepada penerima tamu ia lantas
menuju ke meja yang menyediakan berbagai olahan masakan sebelum memberikan
selamat kepada mempelai, Melati pun tidak lupa menyuruh David untuk makan
terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup, mereka lantas maju ke panggung dan
berniat mengucapkan selamat kepada mempelai atas pernikahannya, Melatipun tidak
lupa memperkenalkan David kepada mempelai khususnya mempelai pria. Dari situ,
David sadar apa tujuan Melati meminta tolong kepadanya.
“kak, selamat ya..” ucap Melati
sambil tersenyum yang serasa ia paksakan “kenalkan ini..” sambungnya
“jadi dia..” potong Samuel sang
mempelai laki-laki
“ehmm... dia..” kata Melati sambil
menganggukan kepala dengan mantap
“sangat tampan... tidak salah pilih
kamu...”
“tentu saja.. Melati..” kata
Melati.. David hanya bisa terdiam sambil tersenyum melihat interaksi keduanya
tetapi entah kenapa dia merasa kasihan ketika melihat kearah Melati seakan-akan
ada kesedihan dibalik senyuman yang diberikan Melati tetapi ia tidak tahu apa
itu.
“kapan-kapan kita makan barenglah..
aku khan juga ingin tahu lebih banyak soal pacarmu itu..”
“ok... ahh kak.. kita langsung saja
ya.. gak enak sama yang lain sudah menunggu buat ngucapin selamat ke kakak..”
pinta Melati
“ehmm.. eh kita foto dulu donk..!!”
pinta Samuel dan diiyakan sama Melati.
*Bersambung...
Komentar
Posting Komentar