By Melika
Akibat
peristiwa itu kondisi mobil Melati mengalami kerusakan yang sangat parah,
bampernya hancur dan kondisi Melati di dalam mobil sudah tidak sadarkan diri
dan penuh dengan darah yang berasal dari kepalanya. Melihat peristiwa itu
banyak orang yang langsung turun menuju ke TKP.. lalu salah satu orang yang datang
menelfon ambulance dan memberitahu lokasi TKP, tak berselang lama kemudian ambulance
sudah sampai dan membawa Melati di rumah sakit terdekat untuk menerima perawatan
lebih lanjut.
Hampir
30 menit David menunggu kedatangan Melati di tengah-tengah taman bunga namun
orang yang ditunggu tak kunjung datang juga, karena merasa cemas ia lalu
menelfon dan tak berapa lama telfon itu di angkat, tetapi bukan suara Melati yang
berasal dari telfonnya melainkan suara laki-laki untuk sesaat ia berburuk
sangka jika Melati sekarang sedang bersama lelaki lain. Akan tetapi, laki-laki
yang menjawab telfon Melati menjelaskan jika ia adalah seorang polisi dan memberi
tahu jika orang yang David terlfon baru saja mengalami kecelakaan. Tiba-tiba
pikiran David kosong, tubuhnya lemas dan seakan dunianya runtuh saat itu juga..
bahkan tangannya terlalu lemas untuk memegang seikat bunga. Bunga indah yang
sedari tadi diperlakukan bak seorang putri raja terjatuh tepat di kakinya..
setelah tersadar kembali ia langsung menuju ke mobil dan pergi ke rumah sakit
tempat Melati di rawat.
Sesampainya
di rumah sakit, ia berlari seperti orang gila mencari keberadaan Melati. Dia
bertanya kepada petugas resepsionis yang ada di depan rumah sakit. David lalu
di beri tahu jika pasien yang dibawa ambulance karena kecelakaan sekarang
berada di UGD... ia langsung berlari ke UGD namun perawatan Melati belum selesai.
Ia menunggu di depan UGD dengan perasaan cemas.. tidak lelahnya ia berdoa dan
berharap semoga Melati selamat. Beberapa saat kemudian orang tua Melati yang
sudah diberi tahu polisi tiba di UGD dan menanyakan bagaimana keadaan Melati
tetapi David hanya dapat menajawab dengan gelengan kepala karena ia juga masih
belum tahu bagaimana kondisi Melati. Setelah satu jam dokter yang menangani
Melati keluar untuk memberitahu kondisinya.
“gimana
keadaan Melati, Dok..??”
“maaf..kita
sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi Tuhan berkehendak lain.. dia mengalami
pendarahan hebat di kepalanya yang membuatnya menghembuskan nafas terakhir..”
terang dokter.. mendengar penjelasan dari dokter ibu Melati menangis
sekencang-kencangnya sedangkan ayahnya dengan berusaha tegar menengkannya.. David sendiri hanya
dapat bersimpuh sambil mengeluarkan air mata karena masih tidak percaya dengan
apa yang bari saja ia dengar.
“maaf..” ucap dokter yang tahu jika kata itu
tidak bisa membuat mereka tenang.. orang tua Melati lalu masuk untuk melihat
anaknya untuk terakhir kali.. begitu selesai, giliran David dengan langkah
linglung ia masuk.
“kenapa..???
kenapa kamu meninggalkanku..?? aku rela jika kamu bersama dengan laki-laki
lain.. tapi kumohon jangan tinggalkan aku..!!” ucap David sambil menangis di
depan tubuh Melati yang sudah kaku “kumohon
kembalilah..!!” ucapnya lagi sambil sedikit berteriak karena belum rela jika ia
harus ditinggal begitu cepat disaat ia ingin mengungkapkan semuanya.
Semenjak
dibawa keluar dari ruang UGD, David selalu saja berada di samping Melati.. tidak
ada niat sedetikpun dari dirinya untuk meninggalkan Melati karena ia sudah berjanji
akan berada di sisinya untuk terakhir kali.. bahkan saat dipemakaman ia adalah
orang terakhir yang berada di makam Melati. Ia lalu berjongkok lalu mengusap
batu nisan yang bertuliskan nama “Melati Rahmawati” sambil membayangkan dirinya
sedang mengusap kepala Melati.
“Mel,
bagaimana kabarmu hari ini...?? aku berharap kamu baik-baik saja.. aku disini
baik-baik saja.. bagaimana di sana..?? kamu senang di sana..??” kata David
sambil menahan air matanya yang hampir terjatuh.. hari ini ia berniat tidak
akan mengeluarkan air mata karena ia tidak ingin Melati yang sedih melihat
dirinya terus-terusan bersedih “kamu tahu.. aku kira kita bisa bahagia bersama
selamanya karena aku memimpikan sesuatu yang indah tentang kita.. tetapi
ternyata mimpi adalah kebalikan dari apa yang kita inginkan.. meskipun begitu
aku tetap tidak akan pernah menyesal mengenalmu.. bahkan aku berterima kasih
sama Tuhan telah dipertemukan oleh orang sepertimu..” sambungnya bercerita
“Mel, aku tahu ini sudah terlambat.. tapi aku harap kamu masih bisa
mendengarnya di sana.. bahwa aku sangat.. sangat.. sangat Mencintaimu..” kata
terakhir yang David utarakan didepan pusara Melati yang tanahnya masih basah
sebelum membalikkan tubuh meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Melati.
The END
Komentar
Posting Komentar